Tampilkan postingan dengan label amerika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amerika. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Februari 2014

Fakta Mengejutkan Tentang Columbus dan Amerika

Mungkin beberapa dari antara kita sudah tahu soal fakta sejarah asli mengenai Columbus, tokoh yang selalu disebut sebagai penemu Amerika. Sudah saatnya kita meluruskan sejarah, dan semoga pelajaran di sekolah tidak lagi mengajarkan fakta yang salah kaprah.

Ada banyak fakta mengejutkan ketika para penulis dan peneliti sejarah menguak Columbus. Rasa penasaran ini berdasar kenyataan, bahwa setiap tahun ada satu hari khusus yang disebut "Columbus Day" sebagai peringatan atas jasanya jadi penemu Benua Amerika. 

 
 
Kita di Indonesia memang tidak terkena dampaknya secara langsung, namun pemahaman yang diterima dalam ranah pendidikan formal - betapa hebatnya Columbus - tentu akan mengaburkan kebenaran. Semoga guru-guru dan mungkin sebagai murid, tidak menelan mentah-mentah isi teks pelajaran sejarah tentang Columbus.
 
Semoga beberapa fakta di bawah ini bisa membuka mata kita dan mengerti betul kebenaran suatu sejarah.  Kami juga melampirkan link-link di bagian akhir tulisan, bila Ente ingin meneliti lebih jauh.

1. Tahukah Ente apa alasan sebenarnya Columbus pergi berlayar?

Columbus memperkosa putri salah satu bangsawan Spanyol yang masih berusia 13 tahun. Pengadilan tidak bisa memutuskan ia harus dihukum mati, sehingga akhirnya Ratu Isabella mengirimnya dalam misi mencari benua baru (saat itu tujuan utama adalah mencari India) dan dengan harapan, Columbus tidak akan bisa pulang kembali.

2. Jurnal Columbus
Saat akhirnya Columbus mendarat pertama kali di Benua Biru Amerika,  ia masih mengira inilah tanah India. Saat itu para penduduk asli menyambut Columbus dengan gembira. Namun, sebaliknya apa yang ditulis Columbus dalam jurnalnya?

"Mereka membawakam kami burung beo, bola kapas dan tombak dan banyak hal lainnya sebagai hadiah.  Mereka rela memperdagangkan segala yang mereka miliki ... Mereka tidak memanggul senjata, padahal saya menunjukkan pedang. Mereka tidak memiliki besi. Tombak mereka terbuat dari tebu ... Mereka akan dengan mudah kami taklukan menjadi budak.... Dengan lima puluh orang saja, kita bisa menundukkan mereka semua dan membuat mereka melakukan apapun yang kita inginkan. "

Columbus juga menulis, "Saya percaya bahwa mereka akan dengan mudah menjadi orang Kristen buatan, karena sepertinya mereka tidak beragama."

Dalam catatan hariannya, Columbus mengakui bahwa saat ia tiba di Hindia (ia saat itu masih percaya telah menemukan India, bukan Amerika), ia menyiksa penduduk pribumi, menggantung, mencambuknya, hanya demi satu informasi penting:  di mana ada emas?

Helen Ellerbe, dalam "The Dark Side of Christian History" (hal. 86-88)menggambarkan keberingasan Columbus. Selain menyiksa, ia juga sering memperkosa perempuan-perempuan pribumi lalu mencambuk mereka demi kesenangan belaka.

Koloni yang dibawa Columbus pada pelayaran berikutnya (1496) diklaim bertanggungjawab atas kematian 34 juta penduduk asli Amerika. Nah, kini apakah masih pantas  Columbus disebut tokoh besar penemu Amerika, diperingati seluas dunia dengan "Columbus Day"? Setelah mengetahui fakta kekejaman dirinya?






Sumber:
apakabardunia
hiphopwired
totems-poles
historyisaweapon
elitedaily

Senin, 23 Desember 2013

Sebelumnya Amerika Kali Ini Ahli Parlimen Jerman

  agendsai.com

Ahli Parlimen Jerman bimbang penyingkiran Anwar oleh kerajaan Malaysia

KUALA LUMPUR 24 Mei: Ahli Parlimen Jerman, Dr Thomas Gambke berkata, cubaan terbaru Kerajaan Malaysia untuk menyingkirkan Ketua Pembangkang, Datuk Seri Anwar Ibrahim menampakkan mentaliti mereka yang tidak demokratik malah menakutkan.
“Berita yang sangat membimbangkan datang dari Malaysia. Anwar dan beberapa lagi didakwa melanggar Akta Perhimpunan Awam, iaitu akta baru yang menyekat hak untuk berhimpun.
“Saya bimbang ini akan menjejaskan tugas Anwar selaku Ketua Pembangkang, dan kebimbangan saya ini berasas,” katanya dalam satu kenyataan yang diemel kepada Biro Komunikasi KEADILAN.
Demikian reaksi beliau sejurus selepas Anwar yang juga Ketua Umum KEADILAN, bersama Timbalannya, Azmin Ali dan Ketua Cabang Rembau, Badrul Hisham Shaharin didakwa melanggar Akta Perhimpunan Awam 2012.
Kebimbangan itu menurut Gambke berikutan Pembangkang Malaysia dinafikan akses kepada media, terutamanya televisyen.
“Justeru, penampilan awam adalah satu-satunya cara mereka untuk memberi makluman kepada rakyat tentang dasar perjuangan mereka,” jelasnya lagi.
Gambke yang merupakan Ketua Asean Parliamentary Group berkata, sokongan terhadap Anwar ini adalah sebahagian dari kerjasama istimewa di bawah program ‘Parliamentarians Protect Parliamentarians’.
Sebelum ini, sekumpulan Ahli Parlimen Jerman menyifatkan perbicaraan Fitnah II terhadap Anwar sebagai satu cubaan BN untuk menyingkirkannya.
Kumpulan itu yang datang daripada Asean Parliamentary Group untuk Parlimen Jerman berkata, perbicaraan Fitnah II bertujuan merencatkan momentum reformasi Pakatan Rakyat dalam pilihan raya umum.
Dalam lawatannya ke Malaysia pada awal 2011 semasa kes Fitnah II itu masih berjalan, Gambke memberitahu, keraguan mereka telah terbukti bahawa perbicaraan itu merupakan proses menyingkir seteru politik.
Justeru, mereka menuntut Najib dan pentadbirannya berlaku adil kepada Anwar di samping tidak memanipulasi proses pilihan raya untuk terus berpaut pada tampuk kuasa.
Bagaimanapun, selang beberapa bulan selepas dibebaskan oleh mahkamah, Anwar kini berhadapan satu lagi kempen politik oleh kerajaan Umno BN bermotif politik./KeadilanDaily
Older Post ►
 

Copyright 2011 Rudy Suryadi